Kalapas Gumilar Prihatin Dengan Harga Sayuran Yang Anjlok Dan Memukul Petani

Tips Supaya Kulit Tidak Kering di Musim Kemarau
July 28, 2020
Antara Idul Adha, Pandemi dan Pemudik
July 28, 2020

Kalapas Gumilar Prihatin Dengan Harga Sayuran Yang Anjlok Dan Memukul Petani

KARTINI – Menanam sayuran, saat ini adalah hal yang menaikutkan bagi petani, karena ketika menanam dijanjikan dengan harga yang lumayan tinggi, ternyata saat panen, harga turun drastis (anjlok). Sedangkan modal untuk pupuk, tenaga dan lainnya pasti lebih mahal.

Demikian dikatakan Kepala Lapas Kelas II A Kuningan, Gumilar Budirahayu, saat melakukan panen raya tanaman sayuran kol, di opencamp lahan asimilasi Peternakan Terpadu Lapas Kelas II A, Desa Palutungan Kecamatan Cigugur, Selasa (28/7).

Harga kol saat ini saja anjlok, yaitu seribu perkilogram, Kalapas Gumilar merasa prihatin, karena dengan harga tersebut pasti akan memukul pihak petani, terutama yang hanya mengandalkan dari pertanian, khususnya holtikultra.

“Contoh yang ini aja (kol), saat survey harga dijanjikan enam ribu sampai tujuh ribu rupiah perkilogram, tapi ternyata saat panen hanya dihargai seribu rupiah. Masalah ini harus menjadi perhatian khusus, dan ada strategi yang jitu untuk menaikan taraf hidup petani, supaya para petani benar-benar semangat bertani. Diharapkan, harga nanam sampai harga panen itu sama, atau paling tidak menurun sedikit, tidak sampai anjlok,” ujar Kalapas Gumilar.

Untuk kol yang ditanam Lapas sendiri, ada sekitar 9 ribu batang dan akan dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar Lapas dan Pondok Pesantren yang ada di sekitar areal penanaman. Kegiatan tersebut merupakan program revitalisasi pemasyarakatan dibidang ketahanan pangan. Lahan terbuka seluas sekitar 3 ribu meter persegi tersebut awalnya adalah khusus peternakan sapi perah dan sapi pedaging.

“Tapi karena sedang tidak ada sapi, maka Kami manfaatkan lahan kosong yang biasanya digunakan menanam pakan ternak sapi ini untuk ditanami sayuran, yaitu kol dengan tujuan sebagai edukasi kepada petani. Alhamdulillah, dari 9 ribu yang ditanam, sekarang sudah bisa memanen dengan hasil yang subur,” papar Kalapas Gumilar didampingi Kasi Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan Kuningan, Ali Zaenal Mutaqien.

Hasil dari panen tersebut akan diberikan gratis kepada masyarakat, dan rencananya akan diberikan pula kepada salah satu pondok pesantren disekitar lokasi penanaman. Selain kepada masyarakat, kol yang ditanam dengan diperbanyak pupuk organik tersebut juga dibagikan kepada seluruh staf Lapas Kuningan. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.