KASUS Covid-19 belum juga berakhir, angka yang diharapkan menurun justru meningkat. Sistem New Normal yang diharapkan mampu memutus penyebaran virus ternyata tidak berhasil. Kondisi ini tentu menjadi bahan renungan bagi kita semua. Idul Adha atau Hari Raya qurban, dimana cinta duniawi diuji jadikan hewan qurban penyampai ketaatan dan rasa syukur karena meski Covid-19 belum usai kita tetap selalu diberi kesehatan.

Tentu saja Idul Adha kali ini terasa berbeda, tidak semeriah biasanya karena masih dalam masa pandemi Covid-19.  Namun ada yang perlu diwaspadai kemungkinan peningkatan pemudik dari luar kota akan mengalami lonjakan. Karena berdasarkan prediksi kegagalan mudik di hari raya Idul Fitri kemarin menyebabkan banyak perantau memilih mudik saat idul Adha. Sosialisasi protokol kesehatan sebaiknya diperketat. Terutama penggunaan masker dan menyiapkan sarana cuci tangan dengan sabun ditiap rest area. Atau tempat-tempat umum.

Jangan Beri Peluang Virus

Jangan biarkan Idul Adha memperbesar peluang peningkatan terdeteksinya virus corona. Mari kita maksimalkan kerjasama dan kesadaran seluruh masyarakat terutama pemudik untuk mematuhi protokol kesehatan saat akan mudik ke kampung halaman masing-masing. Rindu yang tertunda saat Idul Fitri sungguh besar tidak terkira, namun jangan merusaknya dengan menyertakan virus dikepulangannya. Berharap kebahagiaan dibagikan di kampung halaman, namun saat pulang keperantauan meninggalkan jejak yang tidak lagi mampu disesali.

Idul Adha didepan mata, langkah-langkah pasti serentak beriringan suara takbir, tahlil dan tahmid bergema. Tawa riang cucu dan cicit, putra putri tercinta dari perantauan tiba. Gerbang itu lebar menghantar impian berbahagia bersama orang-orang tercinta. Namun jangan biarkan semua itu membuat kita melalaikan segalanya. Ingatlah satu hal kita masih berada dimasa pandemi, virus-virus itu mengawasi kelengahan kita. Keyakinan bahwa hidup dan mati kita adalah ketentuan-Nya benar adanya. Tapi tentu sewajibnya kita berikhtiar dengan cara melakukan apa yang dianjurkan sesuai protokol kesehatan. Jaga jarak, gunakan masker, dan tetap membiasakan hidup bersih dengan cuci tangan menggunakan sabun setiap telah beraktifitas apapun.

Berkurban mengingatkan kita untuk berbagi hal terbaik dikehidupan kita tentunya. Simbolis yang terselip dalam hewan qurban yang kelak menjadi kendaraan kita saat melewati jembatan sirathal mustaqim. Namun selain itu, Idul Adha kali ini menambah satu pelajaran berharga yaitu berserah bukan berarti menyerah. Berdamai bukan berarti membiarkan. Tetap berfikir positif dan tidak panik tentu sangat baik yang bisa kita lakukan saat ini tapi bukan berarti menganggap omong kosong atau hanya isu yang dibesar-besarkan.

Berhati-hati dan waspada adalah tindakan bijak yang harus dilakukan. Mari menyambut Idul Adha dengan rasa syukur tidak terukur, namun tidak untuk takabur. Selamat hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1441 H semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan pandemi ini segera berakhir, amin. Oleh : vera verawati

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…