Bupati Acep Minta Persoalan Batu Satangtung Diserahkan ke Pemerintah

Hak Anak Di Indonesia Masih Terkekang, Dan Banyak Yang Tereksploitasi
July 23, 2020
Wartawan Dukung KBM Tatap Muka, Disdik Segera Berlakukan Jam Sekolah
July 24, 2020

Bupati Acep Minta Persoalan Batu Satangtung Diserahkan ke Pemerintah

KARTINI – Batu Satangtung yang berlokasi di Blok Curug Goong Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kuningan hingga sekarang masih berpolemik, dan Bupati H. Acep Purnama meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada pemerintah.

“Pemerintah daerah mempunyai keyakinan dalam mengatasi persoalan ini dapat diselesaikan dengan cara damai dan musyawarah mufakat. Untuk itu pemerintah daerah mengingatkan untuk mewaspadai agar persoalan ini tidak ditunggangi pihak ketiga yang dapat memperkeruh suasana. Percayakan kepada pemerintah serta tidak bertindak di luar ketentuan hukum,” papar Bupati Acep kepada http://kartinikuningan.net Kamis (23/7/2020).

Pemkab Kuningan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) menghimbau agar semua pihak dapat menahan diri dan tenang serta tidak melakukan provokasi dengan menyampaikan pernyataan-pernyataan yang membuat ketersinggungan pihak lain.

Pemkab Kuningan dan Forkopinda selalu berupaya menjaga kondusivitas daerah dengan cara memediasi kedua belah pihak. “Diharapkan persoalan ini tidak meruncing sehingga tidak merusak kerukunan umat beragama di Kabupaten Kuningan,” pintanya.

Kepada pihak yang memberikan pernyataan/tudingan bahwa Pemkab Kuningan mengerahkan massa dan bergandeng tangan dengan preman ‘pembajak’ agama agar segera mencabut pernyataan tersebut dan meminta permohonan maaf.

“Tudingan bahwa Pemkab Kuningan melakukan pengerahan massa dan bermitra dengan preman merupakan tudingan tidak berdasar dan tidak benar,” tandasnya.

Sementara itu, rencana pembangunan makam keluarga Pangeran Djatikusumah, Pupuhu Komunitas Adat Sunda Wiwitan yang didalamnya terdapat pembangunan Tugu/Batu Satangtung di Blok Curug Goong tersebut disegel oleh Satpol PP pada Senin (20/7/2020), karena belum menempuh prosedur perijinan karena Batu Satangtung itu mirip layaknya sebuah situs yang harus ada IMB nya.

Sejak awal rencana pembangunan makam/pusara tersebut mendapatkan reaksi dari masyarakat yang menyatakan keberatan dengan pembangunan kawasan pemakaman. Penolakan tersebt dibuktikan dengan surat MUI Desa Cisantana Nomor 003/MUI-CST/VI/2020, surat Kepala Desa Cisantana Nomor 141/284/pemdes/VI/2020 perihal penghentian kegiatan dan penolakan pembangunan situs. Dalam surat tersebut dinyatakan pula bahwa Pemdes Cisantana belum pernah menerbitkan dan memberi ijin terkait pembanguna kawasan Curug Goong. (kh) ***

Facebook Comments

Comments are closed.