Kejari Tengah Kumpulkan Alat Bukti Terhadap Penggunaan Anggaran Covid-19

Lili Kembali Terpilih Sebagai Ketua PERPANI
July 22, 2020
Mahasiswa Bahasa Inggris Uniku Itu Lolos Pilmapres
July 22, 2020

Kejari Tengah Kumpulkan Alat Bukti Terhadap Penggunaan Anggaran Covid-19

KARTINI– Sebagai tindak lanjut dari aspirasi pengawasan terhadap penggunaan anggaran Covid-19 di Kabupaten Kuningan, Kejaksaan Negeri Kuningan kini telah melangkah dalam mengumpulkan alat-alat bukti.

“Berbagai masukan yang datang ke kami, termasuk dari teman-teman ANARKIS (Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu-red) adalah bagian dari perhatian kami. Maka perlu dukungan alat bukti yang kuat terhadap praduga tak bersalah ini, dan kami sedang tahapan mengumpulkan alat bukti,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, L.Tedjo Sunarno, SH., M.Hum., didampingi Kasi Intelijen Mahardika Rahman, SH., MH.,saat menerima ANARKIS, dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, Rabu (22/7).

Dikatakan Kejari Tedjo, karena dalam melangkah tersebut harus hati-hati, butuh konsentrasi dan waktu yang cukup. Kalau praduga tak bersalah pidana tersebut dilakukan secara rapih, termasuk dalam mengakali sisi administrasinya, tetap saja bisa terbongkar.

“Kita harus melangkah secara hati-hati supaya tidak menyakitkan banyak pihak. Kita terus berupaya mengawasi dan menelusuri terhadap penggunaan anggaran Covid-19 di Kuningan ini, meskipun hingga kini upaya kita masih pulbaket,” katanya.

Sementara itu, ANARKIS bergerak menuntut transparasi alokasi dan penggunaan anggaran Covid-19 itu bergerak sejak beberapa bulan lalu. Ada tujuh instansi yang didatangi, diantaranya, audiensi dengan Bupati, Diskominfo, Dinkes, Dinsos, PUTR, BPKAD dan Kejaksaan Negeri.

Saat beraudiensi dengan Kejari pada awal Juli, wartawan yang tergabung dari media cetak, online dan elektronik tersebut meminta Kejari melakukan pengawasan secara masif terhadap penggunaan anggaran Covid-19.

Anggaran Covid-19 yang diperuntukan dalam 12 item kegiatan tersebut diduga banyak yang tidak transparan, seperti dalam pengadaan alat dan obat untuk penanganan pasien Covid, pengadaan Rumah Sakit Darurat Covid-19, pengadaan stok sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS), aktivasi posko PR dan lainnya.

“Salah satu contoh dalam pengadaan Rumah Sakit Darurat Covid-19, ini ada kejanggalan-kejanggalan sejak Kami beraudiensi dengan Dinas Kesehatan, ada beberapa tanggal pengadaan, aprasial dan lainnya yang tidak singkron antara Dinkes dan PUTR. Juga anggaran untuk pengadaan obat, yang ternyata mengalami perubahan angka yang cukup fantastis dari parsial satu ke parsial 4,” kata Koordinator ANARKIS, Iyan Irwandi.

Lalu masalah anggaran aktivasi posko krisis centre, yang awalnya dianggarkan hanya Rp 1, 6 milyar, akan tetapi setelah parsial 4 menjadi Rp 11, 6 milyar. Angka yang sangat fantastis tersebut menjadi pertanyaan serius ANARKIS, kemana larinya anggaran tersebut.

Apalagi sekarang sudah masuk parsial lima dimana ada penambahan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 26 milyar untuk bantuan Covid dari APBN untuk Kuningan. Bahkan untuk recovery, Pemkab Kuningan berencana melakukan parsial enam dengan alasan biaya recovery besar dan belum mencukupi pada parsial 5 tersebut. (kh)***

Facebook Comments

Comments are closed.