Masih Masa Pandemi, Anak SD Tetap Belajar di Rumah dan GPAI Dibekali Heutagogi

TNI Gunakan BIOS 44 Untuk Lahan Gambut Cidahu
July 11, 2020
‘Perpustakaan Jendela Dunia’ Pasayangan Diharapkan Mendongkrak Minat Baca
July 13, 2020

Masih Masa Pandemi, Anak SD Tetap Belajar di Rumah dan GPAI Dibekali Heutagogi

KARTINI – Dimasa Pandemi Covid-19 dunia pendidikan pun mengambil kebijakan untuk tidak melaksanakan proses pembelajaran secara langsung sesuai anjuran pemerintah, padahal materi ajar dan target kurikulum tetap harus tercapai, sehingga diperlukan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), atau model Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) atu online.

‌”Workshop peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar se-Kecamatan Kadugede ini sebagai upaya menyiapkan pembelajaran berbasis Heutagogi dimasa Covid-19 menuju New Normal, supaya transfer ilmu dari guru ke peserta didik tidak terhambat,” ujar Pengawas PAI SD Kecamatan Kadugede Endi, S.Pd.I pada sambutan pembukaan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAI SD se-Kecamatan Kadugede, Sabtu (11/7/2020), di SDN 1 Bayuning Desa Bayuning Kec.Kadugede.

‌Hadir dalam kesempatan itu Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Kabupaten Kuningan, Aang Taufik, M.Pd,I Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Kadugede dan Cigugur Drs. Anwar.M.Pd., Ketua K3S SD Kecamatan Kadugede sekaligus Kepala SDN 1 Bayuning Tatang Rosidi, S,Pd, serta 18 GPAI SD se-Kecamatan Kadugede.

‌Endi mengungkapkan, pembelajaran berbasis Heutagogi merupakan suatu studi tentang pembelajaran yang ditentukan secara mandiri oleh pembelajar, dapat pula dilihat sebagai suatu perkembangan alamiah dari metodelogi pendidikan sebelumnya terutama dari pengembangan kemampuan menyediakan pendekatan optimal untuk belajar diabad 21, dalam hal ini menggunakan smart phone sebagai sarana pembelajaran jarak jauh yang umum sudah dimiliki oleh orang tua siswa.

‌”Materinya seputar Aplikasi WhatsApp Auoto Respon disampaikan oleh Pa Aang Taufik, Aplikasi Fast Stone Capture, Aplikasi Kvisoft Flip Book dan pembuatan soal Aplikasi Google Class Room disampaikan oleh Pak Ali dari Pengawas PAI SMP Wilayah Luragung,”ujarnya.

Korwil Bidang Pendidikan Kec. Kadugede dan Cigugur Drs. Anwar, M,Pd., mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan GPAI SD Kec.Kadugede untuk meningkatkan kemampuan dibidang teknologi informasi dan komukasi dengan menggunakan biaya dari KAS KKG PAI Kadugede serta tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

Anak SD Tetap Belajar Di Rumah

‌‌Anwar mengemukakan, berdasarkan Kalender Pendidikan Tahun 2020 ajaran baru semestinya mulai tanggal 13 Juli 2020, namun untuk siswa sekolah dasar belum ada surat edaran dari pemerintah pusat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung disekolah, sehingga pembelajaran jarak jauh tetap berlaku.

‌”Kami masih menunggu informasi dari pusat kapan boleh masuk sekolah lagi, tapi untuk kelas satu boleh dibentuk kelompok kecil maksimal empat orang dan guru melakukan kunjungan kerumah siswa dengan tetap menjaga jarak, pake masker dan cuci tangan,”terangnya.

‌Anwar menyadari guru sebagai unjuk tombak pendidikan dimasa Pandemi Covid 19 ini dihadapkan dengan dilema dilapangn, disisi lain materi ajar harus tersampaikan pun protokol kesehatan harus tetap dilakukan.


“Disetiap sekolah harus ada Pokja Covid, anak yang tidak punya HP atau kuota dipantau supaya belajar bersama temannya, apalagi murid kelas satu harus ada home visit karena megang pensil yang benar pun mesti diajarkan,’terangnya. (nda)**

Facebook Comments

Comments are closed.