29 Juni 2020 bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional ( HARGANAS ), berdasar penetapan Keppres No.39 2014 Tentang Hari Keluarga Nasional. Tahun ini merupakan peringatan yang ke-27.

Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) di Indonesia sendiri belum dikenal luas oleh masyarakat kita. Karena sosialisasi serta program yang berhubunagan dengan pembentukan karakter keluarga Indonesia yang mandiri dan sejahtera masih jauh dari harapan. Sedangkan keluarga merupakan pondasi awal terbangunya bangsa yang sehat dan kuat.

Seperti kita ketahui bahawa diera milenial ini begitu tinggi angka keluarga broken home (bercerai) yang menjadi awal dan alasan terlahirnya generasi cengeng, dan keras dengan membenarkan tindak kekerasan apapun diusia dini.

Kita lihat bagaimana pelaku bulling pada siswa Sekolah Dasar (SD), hedonisme pada remaja menengah Pertama dan seks bebas difase terlalu dini sekelas anak SMU. Keluargalah madrasah pertama putra-putri kita.

Data lain yang mencengangkan dari Komnas Perempuan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dari tahun 2017-2019 meningkat tajam. Dari 348.446 kasus di tahun 2017 menjadi 431.471 kasus ditahun 2019. Badan Pusat Statistik mengenai jumlah remaja di Indonesia yaitu 24,09%.

Pada angka tersebut merupakan salah satu faktor terpenting membentuk karakter bangsa dimasa depan. Belum lagi persoalan yang makin miris melihat data yang terdapat di KPAI tahun 2019 menunjukkan bahwa ada 21 kasus pelecehan seksual dengan korban 123 orang anak menjadi saksi bisu minimnya fungsi keluarga sebagai pengontrol.

Di Kuningan sendiri tidak lama ini kita dicengangkan dengan berita tentang korban pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak dan itu telah terjadi lebih dari 5 tahun. Belum lagi kasus seorang ibu yang memperkosa anaknya sendiri. Alangkah rentan dan rapuhnya keluarga terlihat jelas. Lalu bagaimana peran dari lembaga-lembaga yang seharusnya memberikan sosialisasi tentang pembentukan keluarga yang harmonis, sehat dan dinamis.

Berdasarkan Undang-undang Nomor.10 Tahun 1992 dan PP Nomor 21 Tahu 1994 menjelaskan minimal ada delapan fungsi keluarga yang seharusnya dijalankan. Yaitu fungsi agama, sosial-budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan. Untuk bisa membentuk keluarga yang harmonis tentunya kedelapan unsur tersebut ada ditengah-tengah keluarga kita.

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional 2020 mari kita memulai dari orang-orang terdekat kita, yakni keluarga. Berikan apapun yang menjadi hak setiap anggota keluarga sesuai keseharusannya, berikan perlindungan dan kasih sayang terbaik yang bisa diberikan, tetap menjaga komunikasi seberapapun pada akhirnya kehidupan yang terjadi pada keluarga. Tidak ada kata terlambat unyuk memperbaiki, mari selamatkan generasi kita dari kehancuran sebuah bangsa dan peradaban.

Untuk yang berencana akan berkeluarga mulailah dengan membuat konsep dan memastikan tujuan berkeluarga untuk membangun sebuah rumah tangga yang dilandasi cinta dan kaasih sayang karena itulah awal terbentuknya keluarga yang harmonis, sehat dan Dinamis.

Oleh :VeraVerawati (Kuningan, 29 Juni 2020)

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…