KARTINI – Penyalahgunaan narkoba di Kuningan semakin meningkat. Setelah beberapa waktu lalu BNN melakukan penangkapan, kali ini giliran Polres mengamankan ibu rumah tangga sebagai pelakunya.

Ibu rumah tangga yang tertangkap ada sebanyak tiga orang. Mereka ditangkap bersama tujuh pelaku lainnya oleh jajaran Satres Narkoba Polres Kiningan.
Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, mengatakan narkotika ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu rumah tangga.

“Narkotika itu bisa menyerang anak bangsa, maka dari itu kami menghimbau kepada ibu – ibu, untuk memilah-milah teman. Jauhilah teman – teman yang sekiranya dapat menjerumuskan ke dalam obat-obatan terlarang,”pesan Kapolres Kuningan, saat Konferensi Pers pengungkapan kasus narkoba di Aula Wirastaya Pradhana, Senin (22/6/2020).

Buatlah kegiatan – kegiatan yang positif dan bermanfaat , tambah Kapolres, agar terhindar dari hal – hal negatif, seperti penyalahgunaan narkoba. Para IRT tersebut berasal dari luar Jawa, dan tinggal di Kalimanggis sudah cukup lama, adalah seorang ibu rumah tangga.

“Mereka berasal dari luar Jawa tapi sudah lama menetap di Kalimanggis. Ya, ada satu oknum wartawan yang terciduk menggunakan narkotika jenis shabu, sebagai pengguna, dan akan dipertimbangkan untuk terapi,” tandasnya.

Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, didampingi Wakapolres, Kompol Jaka Mulyana, dan Kasat Resnarkoba, AKP Arief Herbudi, memaparkan inisial para tersangka yaitu ZSM (warga Kecamatan Cibeureum), BP (Kecamatan Darma),  AZA (Kecamatan Ciawigebang), FCD (Kecamatan Kuningan),  HS (Kecamatan Kalimanggis) dan YI (Kecamatan Kuantan Tengah,  Kabupaten Kuantan Singgigi Riau).

“Kemudian tersangka IN (Kecamatan Kalimanggis), W (Kecamatan Weru,  Cirebon),  THA dan MS (Kecamatan Cigandamekar), ” sebut Kapolres.

Dari tangan para tersangka didapatkan barang bukti Sabu (1,75 gram),  Ganja (9,52 gram), Tembakau Gorila (10 gram),  Obat Dextromethorpan (1.275 butir), Trihexyphenidyl (385 butir), Tramadol (199 butir) dan 1 set alat bantu hisap (bong) berupa pipet kaca dan sedotan botol larutan.

“Pasal yang disangkakan kepada pelaku penyalahguna Tembakau Gorila adalah Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1), Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika , ” terang Kapolres.

Sementara,  untuk tersangka penyalahgunaan narkotika jenis Ganja pasal yang disangkakan adalah Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian,  kepada penyalahguna obat-obatan dikenakan pelanggaran Pasal 197 jo Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Untuk penyalahguna narkotika jenis Sabu disangkakan pelanggaran Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 jo Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ” ujarnya.

Ancaman hukuman atas pelanggaran pasal-pasal tersebut adalah penjara paling singkat 4 tahun hingga paling lama 15 tahun. Dan atau hukuman denda antara Rp 800 juta hingga Rp 1,5 miliar.

“Saat ini kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan sedang kami tangani dalam proses penyidikan dan para tersangka berada di tahanan Mapolres Kuningan, ” tukas Kapolres. (dien)**

Facebook Comments

Check Also

KKI Neduci Cetak Kader Penulis Handal

KARTINI – Banyak cara untuk mengembangkan minat baca dan menulis, salah satunya gebr…