Jika Mau AKB di Sekolah, Ini Dia Protokol Kesehatannya

Kementrian PUPR Cek Kesiapan Land Clearing Kuningan
June 14, 2020
Hibur PDP Corona, Perawat Itu Lakukan Aksi Joget
June 15, 2020

Jika Mau AKB di Sekolah, Ini Dia Protokol Kesehatannya

KARTINI – Salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat di masa Pandemi Covid-19, adalah Pondok Pesantren. Dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar No: 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren.

Keputusan yang ditetapkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil Kamis (11/6/2020) ini berisi 15 protokol kesehatan umum; 6 protokol kedatangan kiai, santri, asatidz, dan pihak lain, serta 7 protokol di masjid.
“Bagi pesantren yang siap menerapkan protokol Covid-19 sesuai keputusan gubernur, maka jika pihak pesantren yang tidak mematuhi peraturan akan dikenakan sanksi sesuai yang tertuang dalam bab tiga,”tutur Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, saat melakukan kunjungan kerja ke Objek Wisata Waduk Darma Kuningan.

Dalam kunjungan kerjanya di Obyek Wisata Waduk Darma, Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, Minggu (14/6/2020) mengatakan salah satu pondok pesantren yang dikunjungi di Kabupaten Kuningan,  yakni At-thohiriyah, Darmaloka, terlihat belum siap dalam menerapkan SOP Covid-19.

Sanksinya sendiri tidak berat, tambah Uu,  yaitu teguran lisan,  teguran tertulis,  denda minimal Rp. 100 ribu hingga Rp. 250 ribu. “Sanksinya tidak berat,  seperti Pabrik dan Mall lainnya yang langsung ditutup, dan itu pula dikembalikan kepada Bupati Kuningan sebagai Pimpinan daerah, dalam menentukan sanksi,  Kami hanya membuat rambu – rambu dan rekomendasi saja,”ungkapnya.

Wagub Jabar pun berharap kepada masyarakat Kuningan,  tetap melaksanakan himbauan pemerintah baik itu daerah, provinsi dan pusat.

“Karena hanya ketaatan bersama dan ketegasan aparat yang mampu minimalisir reproduksi corona, yang kini sudah mulai berkurang. Semoga masyarakat Kuningan tetap Istiqomah dalam protokoler Covid-19,”pesannya.

Selain itu Uu pun mengapresiasi Ponpes yang sudah bisa mandiri seperti Ponpes Darussalam,  kendati belum mendapatkan bantuan dari pemerintah namun ponpes tersebut bisa melaksanakan protokol Covid-19.

“Dan juga harapan Kami, bagi pesantren yang Agniya atau ponpes yang berlebih,  bisa membantu ponpes yang lainnya. Dan juga apabila ada agniya-agniya yang ingin membantu ponpes,  utamakan terlebih dahulu untuk membantu kebutuhan protokoler Covid-19,”tutup Wagub Jabar ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wagub Uu berkunjung ke salah satu Ponpes di Kuningan, Ponpes Athohiriyah. Dalam kunjungannya sendiri, ternyata pesantren tersebut belum sanggup memenuhi peraturan Covid-19, sehingga sekolah sampai sekarang belum bisa diterapkan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). (dien) ***

Facebook Comments

Comments are closed.