KARTINI – Menjadi panutan dan bisa mengayomi anggota di sebuah organisasi memang tidak mudah, apalagi oganisasi tersebut memiliki ribuan anggota yang tentu karakter dari setiap pengurus maupun anggota berbeda.

“Kuncinya tanamkan kepercayaan kepada pengurus dan anggota, dari mulai pengurus di PC (Pengurus Cabang) hingga ke PAC (Pengurus Anak Cabang), bahkan coba tanamkan hingga ke Ranting. Kalau semua sudah percaya kepada ketua, pengurus, dalam hal ini kepada organisasi, maka mereka akan mengikuti kebijakan dan keputusan sebuah organisasi,” papar Hj. Tuti Rusilawati, MM.

Ia adalah sosok perempuan yang dipercaya untuk membawa gerbong Muslimat NU Kuningan selama tiga kali periode. Wah, ternyata mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dipilih lagi oleh pengurus dan 32 PAC yang tersebar di seluruh kecamatan Kuningan, pada Konfercab Muslimat NU, 30 Mei, yang digelar secara online, bahkan Muslimat NU ini sudah mempunyai sayap (ranting) di 376 desa se-Kuningan.

Dari obrolan hangatnya bersama kartinikuningan.net di sela-sela kesibukannya, Tuti yang kini berusia 69 tahun itu memaparkan, jika awal ia dipercaya mengemban amanah Ketua PC Muslimat NU tahun 2010 bisa dikatakan berat, karena program dan pekerjaan rumahnya cukup banyak. “Awal Saya fokus ke struktur dan SDM organisasi dulu, target semua kecamatan terbentuk PAC, dan semua desa terbentuk Ranting. Alhamdulillah terlaksana,” ujarnya yang kini memiliki 16.217 anggota Muslimat.

Bentuk kepercayaan anggota Muslimat kepada Hj. Tuti ini diawali dengan janjinya untuk bisa membangun Sekretariat Muslimat. Hj. Tuti menawarkan rereongan kepada 9ribu anggota (waktu tahun 2010an) dengan reongan seribu rupiah perbulan peranggota. Hanya dalam waktu enam bulan, ternyata hasil reoangan itu bisa diwujudkan membangun Sekretariat.

“Itu salah satu bentuk kepercayaan, dan tentunya bukan hanya itu. Sebagai ketua harus juga mendengar masukan dari bawah. Disamping itu, Kita juga harus memberikan keteladanan dalam Aswaja (Ahlussunah waljamaah). Memberikan contoh yang baik kepada diri sendiri, keluarga, lingkungan dan anggota organisasi,” katanya.

Yuk Aktifkan Diri Untuk Organisasi

Lalu, pogram yang diandalkan di periode ke-tiganya itu apa si Bunda Tuti ?,  mantan Camat Kuningan ini ternyata mempunyai program membangun sebuah toko serba ada (toserba) di setiap kecamatan. Dimana, toserba itu dikelola oleh anggota Muslimat, dan produk yang dipasarkannya harus dari masyarakat setempat.

“Tahun ini Kita sudah launcing Toko Bela Beli di kabupaten. Tagline dari toko itu untuk membela dan membeli dari rakyat. Dalam artian, semua barang diutamakan sembako, Kita belinya dari pelaku usaha kecil dan Kita jual ke masyarakat dengan harga murah. Saya mempunyai target, di tahun ini, Toko Bela Beli ini ada di 16 kecamatan, produk lokal di daerah tersebut harus ada di toko tersebut,” harapnya.

Tidak hanya ekonomi kreatif lho, Hj. Tuti juga ternyata ingin membangun gedung BLK (Balai Latihan Kerja) dan juga dibidang kesehatannya ingin membangun klinik di wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan. Mudah-mudahan cita-cita organisasinya tercapai ya. Di akhir perbincangan, Tuti mengajak kepada semua perempuan untuk terus aktif di berbagai kesempatan. “Selagi ada kesempatan, yuk aktifkan diri untuk lingkungan maupun organisasi, “ pungkasnya. (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

KKI Neduci Cetak Kader Penulis Handal

KARTINI – Banyak cara untuk mengembangkan minat baca dan menulis, salah satunya gebr…