Asingkah ‘New Normal’ Di Telinga Masyarakat ?

Tidak Kuat Pengen New Normal, ASN Itu Langgar Phsycal Distancing, PWI Pun Geram
June 3, 2020
Polres Amankan Pelaku Cabul Anak, P2TP2A Minta Lakukan Perlindungan Terhadap Anak
June 5, 2020

Asingkah ‘New Normal’ Di Telinga Masyarakat ?

WORLD Health Organization (WHO) sebagai organisasi kesehatan dunia telah menyiapkan pedoman transisi menuju new normal selama pandemi Covid-19. Dalam protokol tersebut tertulis jelas salah satu syarat diterapkannya New Normal pada satu negara harus sudah terbukti mampu mengendalikan penularan Covid-19 sebelum New Normal itu sendiri di berlakukan. Pengendalian penularan akan dianggap berhasil jika penekanan angka penyebaran Covid-19 ditempat-tempat umum dan rawan terdampak seperti panti jompo, pasar tradisional dan wilayah-wilayah padat penduduk.

Istilah ini terlalu asing untuk telinga publik yang terbiasa dengan bahasa sehari-hari . Lalu bagaimana kita mensosialisasikan di masyarakat agar mereka memahami apa maksud dan tujuan New Normal sesuai harapan menyikapi pandemi untuk tidak semakin meluas. New Normal adalah langkah percepatan penangan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, ekonomi.  Penerapan New Normal akan bisa dijalankan tergantung pada kesiapan daerah itu sendiri dan hasil riset epidemiologis diwilayah tersebut.

Haruskan Berdampingan Dengan Corona?

LBM ( Lembaga Biologi Molekuler ) Eljkman dalam satu pernyataannya mengatakan bahwa virus corona tidak akan hilang dari bumi ini dalam waktu yang lama. Karena  itu ketika isu tentang keputusan berdamai dengan Corona mendapat berbagai kontroversi. Karena sikap yang paling tepat bukanlah berdamai melainkan berdampingan. Ketika berdampingan itu berarti kita bisa musuhan dengan siapa saja tapi jalan bersama-sama tetap bisa. Dalam sejarahnya manusia telah hidup berdampingan dengan beberapa jenis mikroba salah satu contoh virus influenza dan demam berdarah.

Untuk Jawa Barat sendiri terutama Kabupaten Kuningan rencana pemberlakuaan New Normal atau lebih mudah dipahami dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) juga direncakan memulainya tertanggal 1 Juni meski demikian tetap melanjutkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar  atau PSBB. Penerapan New Normal sendiri layak diberlakukan setelah melihat keberhasilan beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan yang tadinya berstatus zona merah dalam kurun waktu cepat berhasil meminimalisir penyebaran virus Corona hingga status zona meerah tersebut dinyatakan berakhir.

Sebuah harapan baru tentunya semoga diberlakukannya New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan yang dianjurkan akan mampu memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Demikian halnya untuk masyarakat sendiri diharapkan tidak lengah dengan mengabaikan setiap anjuran kesehatan dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak, serta membiasakan hidup bersih dengan selalu mencuci tangan dengan sabun  setelah melakukan aktifitas apapun dan berolah raga.

Oleh : Vera Verawati (Kuningan 04052020)

Facebook Comments

Comments are closed.