IDUL FITRI 1441 H/2020 M tentu sangat berbeda dari Idul Fitri sebelumnya. Kartini memiliki banyak sekali catatan tentang perbedaan ini. Langit ini tak selamanya biru dengan keindahan mempesona, sesekali mendung berkabut menyelimuti untuk mengajarkan kita tetap bersyukur dan mengambil pelajaran berharga. Toh mendung juga akan terlihat harmonis dan romantis jika kita menyikapi dengan hati yang tulus dan tentunya pikiran yang selalu positif.

Semua orang tanpa terkecuali merasakan Aidil Fitri tahun ini sangat berbeda, tidak seindah dan semeriah seperti kebiasaan. Jarak terbentang meski berdekatan. Jauh terhubung meski tak bertemu. Pandemi ini akhirnya menyadarkan kita bahwasannya terkadang kita diperlukan untuk saling berjauhan agar tahu seberapa berartinya orang-orang disekeliling kita.

Saat dekat namun tak mampu bersentuhan, menyadarkan betapa pentingnya saling menjaga demi sebuah kebaikan untuk orang-orang terkasih. Duka tak selalu menjadi luka, tangis tak selalu karena sebuah kesedihan adakalanya tangis itu haru karena bahagia tiada terperi. Wabah ini memberi kita waktu untuk bertafakur, menjaga lidah agar tutur tak saling membentur menjaga sikap untuk tak saling menghujat.

Ajarkan hati untuk tetap rendah bukan berarti kalah, dan tidak perlu merasa dikalahkan karena yang dibutuhkan saat ini adalah saling menguatkan. Tidak si miskin ataupun si kaya karena wabah tak mengenal kasta tak membeda rupa. Jika terkena tiada seorangpun berdaya kecuali pertolongan dari Pemberi wabah itu sendiri.

Sahabat Kartini, jika ramadahan kita telah berbagi dengan sesama, semoga Aidil Fitri adalah awal membuka lembaran baru menyikapi hidup tidak melulu seperti yang kita mau. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua telah dirancang dengan hebat oleh Sang Pencipta. Cukup kita bersabar dengan terus melakukan yang terbaik yang kita bisa dalam kehidupan ini.

Tidak saja untuk diri sendiri melainkan juga untuk sesama. Demi melihat tumbuh kembang generasi lebih baik lagi bagi negeri ini. Yakinlah wabah ini akan berakhir. Bersiaplah dengan segala kemungkinan yang ada tanpa mengesampingkan ikhtiar dan tawakkal tentunya.

Saling mendoakan dan menguatkan hanya itu yang perlu kita lakukan. Usah menyibukkan diri mencari yang dipersalahkan karena Tuhan tidak pernah tidur dan tahu siapa yang jujur. Tangan kita tidak saling berjabat. Tak ada kemeriahan yang agung namun gaung takbir itu masih menggema di hati kita. Allahuakabar Walillahilham. Kartini Kuningan beserta keluarga besar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Semoga kita dipertemukan dengan ramadhan berikutnya dengan kondisi yang lebih baik.Indonesia ayo kita bisa !!

Oleh : Vera Verawati (Kuningan, 240520)

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…