KARTINI – Tinggal menghitung hari, Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan shalat tahun ini digelar dengan segala keterbatasan di tengah Pandemi Covid-19.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, K.H.Dodo Syarif Hidayatullah, menyampaikan, pelaksanaan shalat Idul Fitri boleh dilakukan di rumah saat pandemi virus corona. Hal tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19.

Namun untuk Kabupaten Kuningan sendiri, Shalat Idul Fitri masih bisa dilaksanakan, terkecuali untuk Cluster Cikaso Kec. Kramatmulya yang menjadi zona merah di Kabupaten Kuningan. “Berdasarkan kesepakatan semua, untuk Idul Fitri bisa dilaksanakan di desa-desa kecuali di desa yang menjadi Zona merah, yaitu Desa Cikaso,” ujarnya.

Alas Kaki Harus Dimasukan Ke Plastik

Dengan syarat tambahnya yaitu pelaksanaan tidak terpusat di satu titik artinya tidak di satu mesjid dengan disebar ke Rt – Rt atau langgar – langgar yang ada di lingkungan masing-masing, jarak juga diatur, tidak boleh membawa anak di bawah 5 tahun, untuk wanita dianjurkan sebaiknya tidak ikut.

“Selain itu dalam pelaksanaan, bagi jemaah yang tidak memakai masker tidak boleh ikut shalat, dan untuk alas kaki dimasukan ke dalam plastik, dan itu persis seperti di Masjidil Haram, saat shalat sendalnya dibawa asalkan bersih,”papar KH. Dodo.

Protokol Covid-19 ini akan diujicobakan saat pelaksanaan Shalat Jum’at nanti di Mesjid Syi’arul Islam Kuningan. “Untuk jarak tidak mengapa agak renggang karena ini tidak termasuk rukun, dan ini kan dalam keadaam darurat,jadi hal tersebut diperbolehkan,”ungkapnya.

Sedangkan untuk khutbahnya dianjurkan untuk durasinya sebaiknya tidak lebih dari 10 menit, begitu juga sambutan bupati juga singkat. “Ya seperti kuliah tujuh menit, atau sepuluh menit juga boleh, asalkan jangan Kultim (kuliah tiga menit),”tandasnya.

Kalau mau melaksanakan shalat di rumah juga tentunya boleh . Pelaksanaannya sama dengan shalat eid biasa, dengan niat Usholli sunnatan li’idil fitri rok’ataini lillahi ta’ala. “Lalu setelah shalat sunnahnya ada khutbah, namun kalau tidak ada juga ga apa apa,” jelasnya. (dien) **

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…