DALAM rangka memperingati Hari buku Nasional menjadi renungan buat kita semua. Indonesia merupakan negara diurutan ke-60 dari 61 negara dilihat dari tinggi dan rendahnya minat baca penduduk Indonesia.

Sedangkan jika diperhatikan para penulis baru bermunculan serta mulai merebak penggerak literasi baik di daerah maupun pusat. Akses yang menjadi lebih mudah untuk proses baik pembuatan maupun pencetakan sebuah buku namun amat disayangkan jika tidak disertai naiknya minat baca pada penduduk Indonesia.

Kesadaran akan pentingnya membaca buku masih belum mampu menyentuh setiap hati penduduk Indonesia dan ternyata bukanlah hal semudah membalikkan telapak tangan untuk mensosialisasikan budaya membaca tidak saja secara keseluruhan bahkan untuk ditingkat pelajar atau mahasiswa sekalipun amat sulit jika dibandingkan dengan tingginya ketertarikan mereka terhap game on line. Sangat miris jika kita kondisikan di era millenial ini dituntut untuk bisa bersaing secara global disemua aspek kehidupan.

Buku merupakan jendela dunia yang akan menunjukan kepada pintu-pintu yang tepat yang akan kita tuju sesuai dengan cita-cita setiap orang, juga merupakan jembatan meniti masa depan agar kita tidak saja hidup untuk diri sendiri melainkan bisa menghidupi banyak orang. Dengan membaca kita akan sampai pada pelosok negeri dengan cara yang unik. Tidakkah mudah bukan jika kita ingin mengetahui banyak hal sekalipun cukup dengan melangkahkan kaki keperpustakaan atau ke toko buku yang bertebaran disetiap sudut. Dan mulailah membaca.

Huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat yang kita baca perlahan tapi pasti dicerna dan pada akhirnya mengisi ruang dikepala dan hati hingga membuat hidup dan pola hidup kita menjadi lebih disiplin dan bermanfaat. Namun demikian menjadi pertimbangan untuk berhati-hati memilih bacaan. Dan bacalah buku tidak saja satu sumber. Dengan makin banyak buku yang kita baca akan makin banyak referensi yang kita temukan, dengan begitu secara tidak langsung mendidik pribadi kita untuk bijaksana dalam menyikapi satu isu yang berkembang di masyarakat.

Literasi membikin bunyi. Istilah ini tepat sekali karena dengan literasi kembali kita lihat nyanyian-nyanyian pelita kecil yang antusias ketika menikmati sebuah buku, bahkan yang luar biasa anak Sekolah Dasarpun sudah ada yang jadi penulis loh.  Tentu tidak lepas dari peranan berbagai pihak baik keluarga dan guru serta para sukarelawan yang bergerak dibidang literasi. Uapaya dan kerja kerasnya memperkenalkan buku telah berhasil namun melirik pada angka yang diharapkan masih sangat jauh dari jangkauan.

Itu sebabnya mari kita budayakan senang memabaca dimanapun. Bawalah satu buku kemanapun anda pergi. Gunakan waktu sekecil mungkin waktu luang yang anda miliki dengan membaca. Saat menunggu antrian di rumah sakit. Saat menunggu pesanan makanan di restoran atau dimanapun. Maka anda akan menyadari betapa dunia ada dalam gengggaman cukup dengan membaca buku.

Selamat Hari Buku Nasional semoga minat baca kita semakin membaik dan dengan membaca kita akan menghasilkan karya-karya baru terbaik dunia. Aamiin

Oleh : Vera Verawati (Kuningan, 170520)

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…