Bupati Acep Bersama 10 Camat Gelar Rapat Persiapan PSBB

“Berjalan dengan rendah hati, berbicara dengan sopan, berpakaian yang rapi, berlaku ramah, berdoa dengan serius, menyumbang dengan ikhlas. Semoga Allah memberkati dan melindungi kita semua” (kartinikuningan)
April 29, 2020
Bupati Acep Bersama Forkopimda Sosialisasikan PSBB
May 1, 2020

Bupati Acep Bersama 10 Camat Gelar Rapat Persiapan PSBB

KARTINI – Dalam rangka persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Bupati Kuningan H.Acep Purnama melakukan rapat persiapan sosialisasi PSBB bersama 10 camat, pada Kamis (30/4/2020).


Sepuluh Camat yang diundang di antaranya Camat Kuningan, Camat Darma, Camat Kramatmulya, Camat Cilimus, Camat Maleber, Camat Ciawigebang, Camat Cibingbin, Camat Luragung, Camat Kadugede, dan Camat Subang.

“Penerapan PSBB untuk kecamatan yang disebutkan, tentu memiliki kriteria tertentu sebagai alasan pemberlakukan PSBB tersebut. Kriteria daerah atau kecamatan itu yang memiliki pasar tradisional,” ujar Bupati Acep.


Acep memastikan untuk kawasan PSBB pemerintah tentu harus menjamin ketersedian dan pendistribusian pasokan sebagai ketubuhan masyarakat. ”Terutama kepada agen atau grosir dalam mendistriusikan barang seperti biasa harus merata tersebar. Bila perlu dalam pendistribusian itu akan kami kawal. Bisa dari Dishub atau Pol PP bahkan Insya Allah TNI – Polri pun siap,” ungkapnya.


Ketika penerapan PSBB, lanjut Acep, pemerintah bersama TNI –Polri tidak cape melakukan pengawasan di enam titik chek point yang berada di wilayah perbatasan. “Sebab daerah tetangga seperti Cirebon dan Majalengka pun akan melakukan PSBB sama di daerahnya,” ungkapnya.


Mengenai warga urban yang datang, kata Acep, pihaknya akan memulangkan mereka yang datang dari kota besar. “kasus ini memang dilema namun terpaksa  kami lakukan,” ujarnya.


Jadi, masih kata Acep, kepada warga urban dimohon untuk tidak melakukan pulang kampung atau mudik. Karena daerah akan mengemabilkannya. ”Nah ketika dikembalikan atau disuruh ke tempat semula. Apakah orang tersebut sudah bisa diterima di daerah sebelumnya atau bisa orang itu bisa terdampar,” ujarnya.


Alasan lain PSBB di Kuningan, merupakan kelanjutan kebijakan yang menerepkan Karantina Wilayah Parsial (KWP) yang semula diberlakukan di jalan protokol. “Namun KWP juga diterapkan di jalan pelosok daerah antar perabatasan desa,”ungkap Acep.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin mengatakan pihaknya setuju dengan PSBB yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat yang akan dilaksanakan Rabu pekan depan. “Karena sebelumnya dengan adanya Karantina Wilayah Parsial itu sudah mendekati PSBB hanya tinggal penegasan, untuk aktivitas masyarakat, kemudian aktivitas keagamaan, agar tidak terjadi kontroversi dengan masyarakat kami akan tetap melakukan sosialisasi dahulu,”ujar Agus yang juga sebagai juru bicara satgas percepatan penangan Covid-19.

Agus pun setuju apabila PSBB diterapkan untuk kecamatan tertentu yang dilihat dari aktivitas kecamatannya tinggi, tingkat paparan cukup tinggi, jumlah pemudiknya cukup tinggi. “Saya yakin di Kabupaten Kuningan sendiri sudah cukup siap, hanya tingkat penguatan saja. Terbukti dengan adanya KWP kemaren sekarang yang sembuh sudah ada empat orang, PDP menurun,” jelasnya.


Agus pun menambahkan kemungkinan besar perbedaan yang paling mencolok dari KWP dengan PSBB adalah jam dimulainya lebih dipercepat. “Bisa lebih siang yaitu bisa jam 16.00 atau jam 14.00, namun hal tersebut perlu dikaji lebih cepat karena menyangkut hajat hidup orang banyak, tidak bisa sembarangan,”tuturnya. (dien) **

Facebook Comments

Comments are closed.