Ternyata Masih Ada Penduduk Kuningan Yang Rumahnya di Kandang Kambing

“Makna tertinggi adalah KEIKHLASAN, pekerjaan berat adalah MEMAAFKAN, teman setia adalah NURANI. Mari Sambut Ramadhan dengan penuh KESUCIAN HATI”.
April 26, 2020
Petugas Pos Dan Ojol Antarkan Bantuan Gubernur Untuk 15ribu RTS di Kuningan
April 27, 2020

Ternyata Masih Ada Penduduk Kuningan Yang Rumahnya di Kandang Kambing

KARTINI –  Karminah, nenek berusia 70 tahun itu menghirup kotoran kambing setiap hari, makan dan tidur pun ditemani suara kambing yang saling bersahutan. Kemana anggota keluarganya?, dan kemana pula perhatian pemerintah terhadap kondisi nenek yang seharusnya dirawat dan menjadi perhatian serius itu.

“Geus aya tilu tahun mah. Embe ieu teh nu bogana sadulur, lain nu Emak. Emak teh numpang didieu teh. Nya ari jang sapopoena mah, dibere ku dulur, kadang oge Emak sok aya nu nyuruh ka sawah tapi sawaktu-waktu,” ujar Karminah saat ditanya kartinikuningan.net, beberapa hari lalu dalam bahasa sunda.

Warga Desa Cigarukgak Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan itu mengaku sudah tiga tahun tinggal sehari-hari di kandang kambing milik saudaranya. Untuk makan pun ia hanya mengandalkan dari pemberian, terkadang sewaktu-waktu ia mau babut/ngoyos (buruh di sawah dan ladang-red). Itu pun kalau ada yang menyuruhnya.  Lalu bagaimana kalau tidak ada warga yang menyuruh Karminah? atau bagaimana jika ia sakit?

Ia adalah janda yang tidak memiliki anak, benar-benar sebatang kara, dan tidak ada tempat mengadu layaknya keluarga lainnya yang selalu mendapat perhatian anggota keluarga. Perasaan Karminah terasa tersayat ketika melihat warga maupun janda lainnya yang kerap dicukupi sandang, pangan dan papannya oleh keluarga mereka.

Itu semua tidak bisa dirasakan oleh Karminah. Selain tidak memiliki anak dan keluarga lainnya, perhatian dari pemerintah pun sangat miris. Bantuan pemerintah saja tidak rutin setiap bulan ada, padahal ada program sembako yang diperuntukan bagi warga yang tidak mampu. Tidak hanya bantuan sembako, Karminah juga butuh pakaian dan tempat tinggal yang layak.

Kalau bagi warga yang rumahnya tidak layak, mereka disuntik dengan program bantuan rutilahu. Seharusnya pemerintah juga bisa mengkondisikan rumah bagi warga yang tidak memiliki tempat tinggal, salah satunya Karminah. Karena sangat tidak layak jika seorang manusia harus hidup, berteduh dan bertempat tinggal di sebuah kandang hewan.

Kondisi Karminah tersisir ketika Tim dari Jaring Pengaman Umat (JPU) Kuningan berkeliling membagikan paket sembako bagi warga yang terdampak Covid-19 beberapa hari lalu. “Ini ada bantuan sedikit yang mudah-mudahan bisa mengurangi beban Emak,” ujar Amar, perwakilan dari JPU.

Dalam memberikan bantuan, JPU sendiri menyisir warga yang benar-benar belum mendapat bantuan dari pemerintah, dan ternyata masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan, padahal mereka masuk kriteria. Selama pandemi Covid-19, JPU sudah menyalurkan sekitar 500 paket yang tersebar di zona merah. Bantuan tersebut bersumber dari berbagai pihak, seperti Dinas Ketahanan Pangan, dan para donatur lainnya. (kh) ***

Facebook Comments

Comments are closed.