KARTINI – Peringatan Hari Kartini tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 21 April nampaknya masih berada dalam suasana sosial distancing karena pendemi corona virus deseases (Covid-19). Sebagian kalangan yang terbiasa memperingati dengan berbagai kegiatan terpaksa harus dihentikan dan dialihkan ke peduli Covid-19.

Seperti yang dilakukan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Rumah Sakit Juanda, sudah menyebar sekitar 1.000 paket sembako dan 2.400 masker kepada warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan yang terdampak Covid-19, seperti ke Kecamatan Garawangi, Kuningan, Nusaherang, dan rencana ke Luragung, Ciaiwgebang dan beberapa daerah lainnya.

Ketua GOW Kuningan, Hj. Rini Sujianti, SE., MM., didampingi Wakil Ketua, Hj. Ade Joko Suryaningsih, menjelaskan, meskipun ditengah wabah Covid, semangat kartininya tetap ada. Hanya saja bentuk seremonial seperti agenda rutin ziarah, seminar ataupun kegiatan perkumpulan lainnya ditiadakan dulu. Bentuk peringatannya dialihkan dengan memberikan paket sembako dan masker.

“Ini ada bingkisan sedikit dari GOW dan RS Juanda, mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa membantu mengurangi beban sehari-hari ibu. Jangan lupa selalu pakai masker ya, kalau ibu mau keluar rumah, untuk jaga-jaga kesehatan karena sekarang sedang ada wabah Corona,” ujar Bude Joko (sapaan akrab Hj. Ade Joko), didampingi para pengurus dan anggota GOW, saat memberikan bingkisan ke salah seorang janda di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang, Senin (13/4/2020).

Refleksi peringatan Hari Kartini 2020 memberi makna untuk tetap menjaga kesehatan, terutama kaum perempuan, karena seorang perempuan (ibu) adalah sebagai tiangnya keluarga. Dari mulai memperhatikan makanan yang bergizi, menjaga kesehatan rumah dan lingkungan serta mengawasi anggota keluarganya saat suasana wabah Covid-19 ini.

“Intinya para ibu harus menjalani semua rutinitas, terutama rutinitas saat wabah ini harus dijalani penuh ikhlas. Terutama para perempuan single parent yang benar-benar mencari nafkah dan menjaga keluarganya, sendirian. Jalani dengan penuh kesabaran, dan jangan lupa berdoa agar wabah Covid segera sirna, supaya aktifitas mencari penghasilan untuk menghidupi keluarganya kembali normal,” harapnya.

Ia juga meminta kepada warga supaya tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak berkerumun, membatasi kegiatan di luar rumah dan lebih banyak diam di rumah. Khususnya kepada perantau supaya tetap disiplin mengikuti anjuran pemerintah dengan mengkarantina sendiri di rumah selama 14 hari sejak datang ke Kuningan. (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…