KARTINI – Hingga Senin (06/4/2020), sudah ada lima kasus terjadi pada wanita hamil di Kabupaten Kuningan yang memiliki gejala Covid-19, yang diduga kuat terpapar dari suaminya (pemudik).

Ketua IDI Kuningan, dr.Asep Hermana Sp.B., saat dikonfirmasi, menyampaikan, kasus ibu hamil yang akan melahirkan dengan oprasi Secio Secaria merupakan kasus ke-5, semuanya terkontak dengan suaminya yang baru mudik sekitar 3 hari – 7 hari, dan kasus kelima merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) terjadi pada Senin (6/4/2020), yang berada di Maleber.

“Nah pada hari ini ada satu lagi, Kasus yang kelima, yaitu OTG. Ketika dilakukan oprasi SC masih OTG, dan pada saat kontrol ditemukan keluhan demam, batuk, dan pilek, yang mengarah pada gejala Covid-19, jadi total kasus yang ditemukan pada ibu hamil ada 5,”jelas Dokter Asep di Media Center Corona.

Sebelumnya di hari yang sama, tambah Dokter Asep, juga ada wanita hamil yang akan melahirkan secara oprasi caesar, namun pada saat kontrol ditemukan keluhan demam, batuk, pilek dan keluhan di tenggorokan, kemudian pada saat di rontgen ditemukan ada bronchopneumonia (infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.red).

“Tadinya akan dilakukan oprasi caesar hari ini, namun ditemukan tanda-tanda bronchopnemonia maka tindakan yang dilakukan pada pasien yang kini PDP adalah dengan therapy untuk menghilangkan batuk, pilek dan demamnya, serta diberi obat untuk mencegah mules agar tidak dioprasi,”jelasnya.

Kepatuhan Pemudik Masih Sangat Rendah

Dari analisa yang dilakukan setelah ditelusuri ternyata ibu tersebut baru kedatangan suaminya dari luar kota. Hal tersebut memperingatkan kepada kita bahwa ancaman sudah ada di depan, kalau sebelumnya ada ancaman dari transmisi penderita-penderita dari luar kota sekarang justru berada di dalam kota.

“Bila melihat kejadian tersebut berarti kepatuhan para pemudik sangat rendah harus dievaluasi dan bahaya seperti ini harus segera ditumpaskan sebelum tanggal 14 April 2020,” ungkapnya.

dr. Asep menekankan bagi setiap pemudik wajib untuk diam di rumah dan dipantau oleh tetangganya, selain itu pemudik yang berada di rumah harus pisah ruangan dengan penghuni rumah yang lainnya,selalu menggunakan masker.

“Pemudik harus dirumah dan pisah ruangan dengan penghuni rumah yang lainnya, selain itu harus menerapkan pola hidup bersih, tidak boleh menggunakan barang bersama seperti sprei, kasur, dan harus memakai masker selalu selama masa isolasi yaitu 14 hari, agar tidak tertular dengan penghuni yang lainnya,”tegas Dokter Asep. (rohimah) **

Facebook Comments

Check Also

Bersama Hujan Yang Selalu Datang Dipenghujung Sore

KUPANDANG dedaunan di dahan tinggi menjulang, hijau cerah daun hendak berbuah, putik mulai…