Oleh : Vera Verawati

EPIDEMI corona virus atau lebih populer Covid-19 telah menggegerkan seluruh dunia. Mengalihkan semua perhatian, meleburkan konflik, mengaburkan isu-isu politik disetiap negara. Opini publik pun terbagi menjadi beberapa pendapat, dari yang bersikap masa bodoh hingga yang bersikap kritis. Ada sebagian ikut membantu menenangkan massa dalam menyikapi penyebaran Covid-19 ini, namun sebagian lagi justru memperkeruh dengan menyebarkan berbagai informasi hoax yang justru menambah kepanikan publik.

Kurs dollar kian melejit, sebagian persoalan perekonomian terguncang, kebijakan 14 hari lock down (berdiam diri di rumah) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona justru membuat sebagian orang berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok dengan berlebihan (panik buyying). Belum lagi persoalan kehabisan masker dan kelangkaan peralatan medis, ketakutan massa kian mencekam dengan informasi jumlah korban Covid 19 terus bertambah, sedangkan informasi tentang penanganan pada pasien corona virus yang berhasil sedikit kurang terdengar gaungnya.

Andai saja informasi keberhasilan terhadap penanganan pada pasien corona virus lebih sering dipublikasikan, serta beberapa tips sederhana tentang cara pengobatan (jika ada pasien yang suspect terjangkit Covid 19-red), pasti bisa mengurangi kepanikan massal.

Bertubi-tubi dunia diguncang prahara. Di negara dimana ditemukan virus corona pertama kali yakni Wuhan Cina justru telah terkendali, dengan sigap dan tegas pemerintahan Cina segera menanganinya. Sikap tegas pemerintahnya yang awalnya dinilai berlebihan ketika mengharuskan warganya untuk lock down (berdiam diri dirumah) selama 14 hari, namun ketika jumlah korban yang dalam hitungan hari terus meningkat secepatnya diputus rantai penyebarannya hingga angka penyebaran tersebut bisa terkendalikan.

Lalu bagaimana dengan kita?, kepanikan kian memuncak, bertepatan dengan hampir memasuki bulan ramadhan. Kenaikan harga tidak saja terjadi pada sembilan bahan pokok (sembako) tapi pada hampir seluruh kebutuhan. Ditambah cuaca yang masih ekstrim terkadang cuaca panas namun tiba-tiba hujan mendera dengan derasnya menyisakan banjir dimana-mana, menyembunyikan jalan-jalan berlubang. Haruskah efidemi Covid 19 ini mengaburkan semua tatanan hidup. Tentu saja tidak perlu terjadi hingga sedramatis itu.

Sikapilah setiap isu yang berkembang dengan teliti, baca dan tontonlah media terpercaya bukan hanya dengan cepat menelan begitu saja segelintir kabar di medsos yang sebagian telah dibumbui dan dimusikalisasi kepentingan hingga menimbulkan kepanikan. Mari lebih bijak menerima informasi tentang Covid 19. Patuhi anjuran dari pemerintah, tetaplah berdiam dirumah, jaga kebersihan jika berkepentingan keluar rumah, gunakan masker dan jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir sekembalinya kerumah. Hindari terpengaruh berita-berita yang belum tentu kebenarannya dan jangan menyebarluaskan informasi yang tidak jelas narasumbernya.

Jika membutuhkan kejelasan informasi bisa langsung menanyakan pada pihak-pihak yang berkompeten untuk menjelaskannya. Mari kita bantu para medis dan orang-orang yang berada digarda terdepan dalam penangan Covid 19 ini dengan tidak keluar rumah dan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas  kebenarannya. Doakan semoga epidemi ini segera berakhir, Selamat berjuang para medis di seluruh dunia dan orang-orang yang berada di garda terdepan semoga selalu dalam lindungan Tuhan, amin. ***

Facebook Comments

Check Also

Putri Dongeng di Pondok Pinus

KARTINI– Negeri dongeng dan kastil serta putri yang cantik. Seperti tidak mungkin. T…