Postingan Video Perkelahian Perempuan Menuai Kritikan, ASN Itu pun Langsung Menghapusnya

Yuk Lawan Corona dengan Berkebun dan Menanam Bunga di Akhir Pekan
March 21, 2020
Pemkab Kuningan Sediakan Dana Rp 18 Milyar dan Tempat Isolasi Corona
March 23, 2020

Postingan Video Perkelahian Perempuan Menuai Kritikan, ASN Itu pun Langsung Menghapusnya

KARTINI – Postingan video perkelahian wanita berdurasi 30 detik yang diunggah salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kuningan, pada Sabtu (21/3/2020), di media sosial sekira pukul 22.00 wib, mendapat kritikan dari sejumlah pegiat perempuan.

Video dengan caption “kesel sama yang gelut Kok sempet – sempetnya membetulkan kaos yang degleh. Wanita juga manusia, Kalau emosi sudah tak tertahankan bisa juga emosi,”, dinilai kurang beretika, apalagi hal tersebut dilakukan oleh seorang pejabat.

Seperti yang diutarakan Hj. Heni Susilawati, seorang Dosen Management Uniku juga aktivis penggerak wanita, kapasitas seorang Pejabat Publik sangat baik jika medsos digunakan sebagai media informasi penyampaian pesan seputar lingkup tugas, wewenang dan kewajibannya di instansi terkait.


“Secara pribadi tentu punya hak untuk bermedsos. Namun dalam pribadi nya melekat kapasitas sebagai pejabat publik terikat aturan etika bermedsos sebagaimana diatur di SE KEMENPAN-RB Nomor 137/2018 tentang penyebarluasan informasi melalui medsos bagi ASN,” ujarnya.


Menurut Heni, Kaum perempuan mengandung dalam keadaan susah payah, dan melahirkan anak-anak mereka diantara perjuangan hidup dan mati. Alangkah beratnya tugas perempuan, melaksanakan kodratnya melahirkan anak-anak. Juga berjuang mengasuh membesarkan mereka dengan double burden (beban ganda).

“Berkenaan dg unggahan video, cukup disimpan untuk pribadi saja. Tidak disebarluaskan. Dampaknya pada penerima pesan (face booker) yg akan memberi tafsir yg cenderung negatif. Apalagi Video yg menampilkan kekerasan antar perempuan karena rebutan bojo (sesuai kepsen di video) itu tidak memberi edukasi apapun apalagi jika dihubungkan dengan kapasitas beliau sebagai pejabat publik,”tegasnya.

Senada yang diutarakan Wakil Ketua III GOW Kuningan, Hj. Ade Joko, semua orang harus arif dalam memanfaatkan medsos. Terutama pejabat dengan eksistensi tinggi sebagai Budayawan

“Jangan terlalu mengumbar syahwat. Terutama syahwat ingin cepat populer dengan cara yang aneh-aneh padahal yang aneh itu berdampak buruk. Siapapun harus pintar dalam bermedsos apalagi pejabat dengan eksistensi tinggi sebagai budayawan, seniman, (lebih apalagi). Baiknya, kita berlomba-lomba untuk bermanfaat bagi yang lain, dengan media sosial sebagai medianya,”tegasnya.

Mendapat kritikan dari sejumlah pegiat, akhirnya ASN tersebut pada Minggu (22/3/2020), menghapus postingan video yang sudah banyak komentarnya tersebut. Selain menghapus, ia pun meminta maaf kepada pihak yang merasa kurang nyaman dengan postingan itu, dan tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun, termasuk kaum perempuan. (rhm)

Facebook Comments

Comments are closed.