KARTINI – Selain pemberhentian sementara kunjungan warga binaan dan makanan paket, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan pun pada Selasa (17/3/2020), melakukan penyemprotan desinfektan.

Dari mulai pintu masuk, ruang pendaftaran pengunjung warga binaan, ruang tahanan warga binaan, mushola, lapangan, kantor dan sekitarnya, disterilkan dari kemungkinan adanya bakteri yang bisa membahayakan kesehatan. 

“Kita tidak menunggu petugas dari Dinkes karena dikhawatirkan antriannya lama, kita meracik sendiri dengan detergen cair pemutih dicampur dengan air atau bisa juga pake alkohol. Ini sebagai langkah kewaspadaan Kita terhadap virus corona,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu.

Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan cek tensi suhu badan bagi warga binaan, jika ada yang diketahui suhu badannya tidak normal, maka bisa sgera diambil tindakan penangannannya.

Gumelar yakin jika di lingkungan Lapas kelas IIA Kuningan itu steril, karena terus dipantau dan diperhatikan kebersihan lingkungannya. Yang dikhawatirkan itu jika ada tahanan yang baru, dan ia berharap, jika selama masa pelarangan tamu asing 14 hari itu diikuti juga pihak lembaga hukum lainnya untuk tidak melakukan sidang terdakwa. 

Sementara itu, untuk makanan paket dua minggu kedepan dipesan di kantin Lapasnya itu sendiri. Dengan harga Rp17ribu untuk tiga kali makan, dan dipastikan terjaga kebersihan dan gizinya. Pada hari kedua paska penutupan makanan paket, kantin Lapas menyediakan nasi sebanyak 943 kotak untuk warga binaan dan petugas Lapas. (kh)           

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…