KARTINI – Komunitas Warga Peduli AIDS (WPA) Kuningan menggelar pengajian rutin bulanan bersama DT Peduli, pada Senin (9/3/2020), di Sekretariat WPA Kuningan.

Selain pengajian, WPA pun membina Ibu rumah tangga yang juga ODHA (Orang Dengan HIV AIDS), dengan membuat seni kerajinan tas dari tali rafsur yang bisa menjadi bekal ketrampilan di rumah.

Ketua WPA, Annie Zhue mengatakan, target pembinaan dari WPA lebih kepada anak – anak dan Ibu Rumah Tangga, dikarenakan mereka adalah korban, dari ayah dan suaminya. “Pembinaan dan pengajian ini diadakan agar para pengidap AIDS yang merupakan Ibu rumah tangga dan anak-anak, lebih semangat dan memiliki pikiran positif untuk terus hidup, karena mereka tidak pernah melakukan tindak kenakalan seperti bergonta-ganti pasangan,”tuturnya.


Selain itu anak-anak yang mengidap HIV/AIDS, tambah Annie, mereka adalah anak yang suci, bahkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka posotif HIV/AIDS. “maka tugas kami adalah membuat mereka tetap ceria, agar bisa hidup mereka bisa sama dengan anak yang lain,” ujarnya.

Dalam tausyiahnya, ustadz Aep Saepudin dari DT peduli, menyampaikan agar para jemaah tetap berkhusnudzan, terhadap Allah SWT. “Dalam berdoa kita harus tetap berprasangka baik terhadap Allah bila doa kita belum terkabulkan, tetap harus bersabar karna Allah SWT, memiliki rencana terbaik bagi kita. Dan terus memperbaiki cara kita berdoa dan beribah, selalu berdzikir dan perbanyak amal sholeh agar Allah SWT tetap sayang kepada kita,” ucap Ustadz asal kota kembang ini.

Sebelum tausyiah dimulai, WPA pun mengajak anak-anak untuk mendengar dongeng islami yaitu Kisah Nabi Yunus AS, dan mengajak anak-anak Pengidap HIV/AIDS belajar membaca, menulis dan mewarnai. Anak-anak pun tampak terlihat senang dan antusias belajar bersama relawan WPA dan teman-temannya. (rohimah)

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…