KARTINI – Apapun pekerjaannya, apapun kendalanya dan apapun masalahnya jika dikaitkan dengan Cinta, sepertinya akan menjadi ringan, mudah dan selalu mendapat solusi yang tepat. Seperti layaknya sepasang remaja yang sedang ‘jatuh cinta’. Selalu bahagia, berbunga-bunga dan apapun menjadi indah. Benarkah ?

Yuk Sahabat Kartini, kita simak paparan psikolog handal Dr. Seto Mulyadi, M.Psi, Psikolog, saat menjadi motivator di Kuningan, beberapa hari lalu. Cinta harus selalu ditanamkan untuk menghadapi kehidupan ini. Cinta harus tetap kekal selepas sepasang remaja itu merajut bahtera rumah tangga, bukan malah sebaliknya.

“Jangan justru malah setelah nikah, setelah punya anak, Cinta malah luntur dan hilang dari kehidupan. Menghadapi anak tanpa cinta, maka kekerasan yang timbul, menghadapi  suami/isteri tanpa cinta, maka kecurigaan dan ujungnya pertengkaran yang akan timbul. Begitupula pekerjaan, jika tidak dilandasi cinta, maka akan terasa berat dan menjadi beban kehidupan,” papar Kak Seto dihadapan ribuan guru TK/PAUD. Di GOR Ewangga Kuningan.

Kak Seto yang kini usianya 69 tahun nampak masih terlihat segar, kuat dan mampu berbicara di hadapan ribuan audiens hingga berjam-jam. Salah satu trik untuk membuatnya seperti itu, ia hadapi profesinya dengan penuh cinta. Profesinya sebagai Guru PAUD (satu-satunya guru PAUD laki-laki pada tahun 1970-red), ia hadapi penuh dengan kebahagiaan. Begitupula saat mendidik anak-anaknya, tanpa kekerasan, tapi penuh dengan cinta.

“Cinta bukan berarti tidak ada kemarahan. Menghadapi keluarga, terutama anak-anak pasti akan ada saat-saat marah dan mejengkelkan. Tapi coba hadapi kemarahan itu dengan marah yang cerdas, marah tanpa merusak persahabatan,” ujar pria yang mengaku bandel ketika masa kecilnya.

Tips Anak Senang Belajar                                                                

Kak Seto juga tidak memungkiri, jika seorang ibu rumah tangga mendapat tantangan tersendiri ketika menggurus rumah tangga. Seorang ibu harus pintar, cerdas dan memiliki strategi ketika mengurus anak-anaknya. Jika ibu selalu marah-marah menghadapi anak-anak dan suami, maka suasana keluarga tidak akan menyenangkan, suasana rumah pun tidak nyaman.

Nah, jika di rumah saja sudah tidak nyaman, anak-anak pun akan malas belajar. Padahal, semua anak pada dasarnya senang belajar, cuma tergantung lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dalam mendukung suasana belajarnya. “Anak yang nakal karena sering tidak diapresiasi dan tidak dihargai, makanya kedepannya sering bertindak negatif,” tandasnya.

Kak Seto yang mengaku senang berkunjung ke Kuningan memberikan beberapa tips dalam menghadapi anak-anak supaya senang belajar. Tipsnya itu diantaranya :

  • Dengarkan suara anak-anak
  • Belajar dalam suasana gembira
  • Hargai kreatifitas anak dalam belajar
  • Berikan ruang kreatifitas di rumah maupun di sekolah
  • Ciptakan kebahagiaan dalam keluarga
  • Stop kekerasan terhadap anak

Ternyata cukup sederhana ya untuk menjadikan sebuah keluarga itu bahagia. Selamat mecoba motivasi dari psikolog handal ini. ** (kh)

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…