KARTINI – Belum juga beres masalah Polemik Gunung Ciremai, kali ini Pemkab Kuningan diguncang dengan galian pasir Luragung Landeuh Kecamatan Luragung yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu keselamatan warga sekitar.

Aspirasi tersebut disampaikan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Luragung (AMPEL), dalam unjuk rasanya di depan Pendopo Kuningan, Rabu (4/3/2020), sekitar pukul 9.45 WIB. AMPEL yang berasal dari warga sekitar galian C, pegiat alam, GMNI Kuningan, LBH Nahdlatul Ulama dan HMI Cirebon, menuntut Bupati Kuningan, H Acep Purnama, untuk menepati janji saat kampanye 11 April 2018. Ketika itu, ia bertekad akan menutup lokasi galian C di Luragung Landeuh.

“Kami rasa Pak Bupati bisa kok merekomendasikan kalau galian ini tidak memenuhi standa keamanan lingkungan. Maka dari itu, kami minta Bupati keluar, jangan mendem saja di dalam,” teriak Koordinator AMPEL, Iwan Kurniawan dalam orasinya.

Sementara itu, Safda, warga Dusun Pahing juga mengungkapkan kegundahannya. Menurut dia, sejak ada galian pasir, hubungan masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi terganggu, pihak keamanan yang membuat pihak warga was-was.

“Saya masih trauma, sejak ada galian C, pernah orang terlindas sampai kepalanya pecah. Selain was-was, anak-anak urang teh tiap hari menghirup udara kebul tina dump truck nulewat, tapi lamun gering urang teh mayara sorangan (Tiap hari anak-anak saya menghirup asap mobil dump truk, tapi kalau saya ya bayar sendiri,” tuturnya. (rohimah)

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…