KARTINI – Sekitar 3.000 guru PAUD dan TK se-Kabupaten Kuningan, memadati GOR Ewangga, dan antusias mengikuti paparan Kak Seto Mulyadi yang mengajak ribuan guru di Kuningan untuk mengajar dengan penuh cinta kepada anak didik mereka.

“Semua anak pada dasarnya senang belajar cuma tergantung lingkungan keluarga dan sekolah saat mengajak anak-anak itu belajar. Ketika mereka diberikan ruang untuk belajar dan membiarkan kreatifitas anak-anak itu tumpah dalam imajinasi mereka, maka anak-anak merasa senang untuk terus belajar,” papar DR. Seto Mulyadi, M.Psi, Psikolog, Rabu (4/3/2020), di GOR Ewangga.

Motivator psikolog tersebut memaparkan materi ‘Pola Asuh di Keluarga dan Pola Asuh di Sekolah’ hampir dua jam, dan disambut penuh semangat oleh ribuan pengajar tersebut, termasuk oleh Bunda PAUD Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama yang hadir bersama Ketua Darma Wanita, Yoan Rido Suganda, Kepala Disdik, H.Uca Somantri dan Kabid PAUD, Elon Carlan.

Apalagi ketika Kak Seto mengajak ibu-ibu untuk menari dan menyanyi bersama, suasana yang cukup gerah dan mengantuk pun akhirnya cair kembali. Paparan dari mantan Guru PAUD itu begitu hangat diterima peserta. “Saya merasa senang mendapat ilmu ini, apalagi seminar ini gratis, ditambah pematerinya sosok yang sangat Saya idolakan, jauh oge dijugjug (jauh juga datang-red),” ujar Tatik, salah seorang guru dari Kecamatan Subang.

Kak Seto juga menekankan, anak di usia satu atau dua tahun jangan dipaksakan untuk bisa membaca dan menulis, karena itu akan membuat mereka takut belajar dan stres. “Anak usia satu atau dua tahun itu jangan dipaksakan belajar, apalagi anak PAUD dan TK dipaksakan Calistung, nanti mereka stres dan ketika memasuki usia sekolah justru tidak fokus belajar,” paparnya.

Bunda PAUD Kuningan yang juga Ketua TP PKK, Hj. Ika Acep Purnama, didampingi Kabid PAUD pada Dinas Pendidikan, Elon Carlan menjelaskan, seminar ini sengaja disuguhkan untuk guru-guru PAUD/TK sebagai bentuk kepedulian kepada guru dalam meningkatkan kualitas belajar, terutama di zaman gadget yang sulit ditolak keberadaannya di kalangan anak-anak.

“Mudah-mudahan melalui seminar ini, ilmunya bisa diterapkan dalam teori mengajar. Anak-anak usia PAUD adalah masa-masanya pembentukan karakter, maka guru adalah orangtua kedua dalam mendidik dan membentuk karakter mereka,” tambah Ika. (kh)

Facebook Comments

Check Also

KKI Neduci Cetak Kader Penulis Handal

KARTINI – Banyak cara untuk mengembangkan minat baca dan menulis, salah satunya gebr…