KARTINI – Puluhan warga Desa Sayana Kecamatan Jalaksana Kuningan mendatangi Kantor Kecamatan dan mempertanyakan anggaran pembangunan balai desa yang disinyalir disalahgunakan oleh mantan kepala desa periode 2013-2019.

Mereka yang datang ke kantor kecamatan tersebut diantaranya, anggota Karang Taruna Desa Sayana, LPM, BPD, Kepala Desa terpilih periode 2019-2026, Diding Supriyadi, dan mantan Kades Asmat Sudrajat. Mereka diterima langsung Camat Jalaksana Toni Kusumanto, AP., M.Si.

“Yang dipertanyakan kenapa pembangunan balai desa hingga sekarang tidak selesai, padahal dalam anggarannya dialokasikan sebesar Rp 400 juta?, yang membuat kami aneh juga, tidak ada keterbukaan keuangan kepada masyarakat,” ujar Leman Sulaeman, Ketua Karang Taruan Desa Sayana, saat diminta keterangannya.

Pembanguan balai desa yang dianggarkan dalam APBDes Tahun 2019 tersebut ternyata hanya terealisasi 70 %, padahal dalam rancangannya, balai desa tersebut akan selesai sebelum kepala desa baru terpilih. Akan tetapi, hingga habis masa jabatannya, gedung balai desa tersebut tidak bisa diselesaikan.

Selain anggaran untuk balai desa, masih ada beberapa item yang dipertanyakan warga dan tidak ada realisasinya, seperti pembangunan irigasi, seragam untuk aparat desa  dan lainnya. “Kami kesini ingin ada penyelesaian bagaimana solusinya. Makanya Kita lakukan audiensi dengan pak camat,” tambahnya.

Camat Jalaksana menerima kunjungan dari warga Desa Sayana

Menanggapi hal tersebut, Camat Jalaksana, Toni Kusumanto, S.AP., M.Si., tidak mau berkomentar lebih jauh terhadap aspirasi dari masyarakat tersebut, ia hanya mempertemukan beberapa pihak yang ada di Desa Sayana, baik dari pihak BPD, kepala desa maupun LPM.

“Tidak ada aspirasi yang memojokan  apalagi dugaan penyalahgunaan anggaran. Disini hanya mempertemukan dan mengklarifikasi komentar A dan komentar B, hanya memfasilitasi. Saya sebagai pemerintah, ya harus bisa memfasilitasi dan harus ada solusi dari pertemuan ini. Sekali lagi tidak ada unsur dugaan penyalahgunaan anggaran, hanya koordinasi pemerintah kecamatan dengan pemerintah desa saja,” jelas Camat Toni. (kh)      

Facebook Comments

Check Also

Tim Gabungan Sisir Tempat Wisata, dan Lakukan Tes Swab Antigen

KARTINI – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyat…