KARTINI – Layaknya kota yang permukaannya dihiasi dengan bangunan megah, rumah mewah dan dipadati dengan rutinitas pekerja. Semua itu seolah menutupi kemiskinan yang kenyataannya berada di bilik-billik bangunan megah dan mewah tersebut.

Gambaran miris itu ada di pusat kota Kabupaten Kuningan. Abah Kadma (77 tahun), salah seorang warga Rt 9/Rw 12 Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan hidup berada di belakang rumah-rumah mewah dan megah. Abah Kadma hidup sebatang kara di sebuah bangunan berukuran 4 x 5 meter, di dalam kebun yang persis berada di pinggir kali.

Tidak ada aliran listrik yang menerangi rumah petak itu, dan kedua anaknya pun seolah tidak peduli dengan kehidupan ayah mereka. Abah Kadma benar-benar hidup sendiri dengan kondisi kakinya yang lumpuh. “Abah sudah lumpuh sejak puluhan tahun yang lalu, sesekali si Sulaeman (anaknya yang pertama-red) ngebantuin Abah, tapi tidak tinggal disini,” ujarnya sembari menangis.

Ia menangis dihadapan Sri Laelasari dan Susanto, anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra dan PKB saat menjenguk Kadma. Ke-dua anggota legislatif itu sangat menyesalkan aparat rukun warga dan rukun tetangga juga kelurahan yang sosialnya sangat tidak peka dil lingkungan perkotaan ini.

“Seharusnya ini segera ada perhatian dari pihak kelurahan, RT atau RW disini harusnya respek dong terhadap warganya yang sangat butuh perhatian ini. Rumah ini tidak ada aliran listriknya, dan harus segera diperjuangkan. Bagaimana kalau ada binatang misal ular yang masuk ke rumah ini, sementara penerangan saja tidak ada,” ujar Sri.

Susanto sangat menyesalkan pihak pemerintah yang terkesan lamban, dan Bupati Kuningan harus mengetahui jika ada warganya yang benar-benar terlantar, tidak terurus, sebatang kara. Ini baru satu warga, ia yakin masih ada Kadma-Kadma lainnya di wilayah kota maupun di pelosok desa yang hidupnya seperti  Abah Kadma.

Selepas meninjau Kadma, kedua anggota dewan dari Komisi Tiga itu langsung menuju kelurahan, dan diterima langsung oleh Lurah Ciporang Hj. Ini Haryani. Lurah yang baru menjabat beberapa minggu itu belum mengetahui apa-apa, termasuk keadaan warga di wilayah kelurahannya.

“Saya akan meninjau langsung ke rumah Abah Kadma, dan Insya Alloh akan membantu memperjuangkan aliran listrik ke rumahnya,” kata Lurah Ini.

Dikatakan  Kasi Kesra Kecamatan Kuningan yang kebetulan sedang berada di kelurahan, menjelaskan, jika rumah yang sekarang ditempati Abah Kadma tersebut baru sekitar enam bulan, dan sebelumnya ia tinggal di rumah permanen tetapi dijual. Bantuan juga sudah sering dilakukan oleh banyak orang, tapi memang anak-anak mereka seolah tidak mau ngurus. (kh)  

Facebook Comments

Check Also

Batu Unik Situs Batu Jangkung Bisa Jadi ‘Ikon’ Wisata Alam

KARTINI – Batu-batu kecil yang mengelilingi Situs Batu Jangkung nampak menggambarkan…