KARTINI – Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang sangat eksotis, menantang dan membuat rindu para pendaki serta penikmat keindahan alam.

Namun tidak sedikit pula dari mereka yang mampu menaklukan puncak ciremai diatas ketinggian 3078 mdpl tersebut. Banyak diantaranya yang hanya memimpikan dan bisa juga tidak adanya keberanian untuk ‘muncak’ ke Ciremai.

So, tidak perlu risau, masih banyak kaki-kaki Ciremai yang sama-sama eksotisnya, bahkan bisa menikmati keindahan Ciremai dengan begitu jelas di kaki Ciremainya, salah satunya Bukit Lambosir di Desa Setianegara Kecamatan Cilimus Kuningan, diatas 847 mdpl.

Belum lama ini, kartinikuningan.net mencoba ke Bukit Lambosir, ternyata perjalanan itu cukup mengasyikan. “Sebaiknya Kita jangan bawa motor. Bagaimana kalau kita titipkan saja di salah satu pabrik air mineral. Lebih asyik, kita berjalan kaki,” ujar Dian, salah seorang pengunjung yang memilih berjalan kaki, karena memang kondisi jalannya yang sangat rusak.

Perjalanan sekitar tiga kilometer dari tempat penyimpanan motor itu cukup menguras energi, dan ternyata membakar lemak juga yang membuat badan kita sehat. Kicauan burung dan berseliwerannya kupu-kupu kecil merefresh pikiran kita dari kepenatan aktifitas sehari-hari. Petani cengkeh dan sayuran pun disepanjang perjalanan ke Bukit Lambosir menyapa dengan ramahnya.

Jika sahabat kartini memilih berkendara sebaiknya menggunakan motor trail atau mobil offroad yang mampu menaklukan krikil-krikil di jalanan. Wah, uji adrenalin juga tuh. Sesampainya di kaki Lambosir, keindahan alam itu sungguh takjub. Hamparan pohon cengkeh yang nampak terlihat pucuk berwarna oreny, begitu indah dibawah puncak ciremai yang tertutup awan.

Kaki pun akhirnya berhenti sesaat memandangi kekuasaan Sang Pencipta. Lebih ke atas, keindahan sangat luar biasa, beragam tanaman keras, seperti Muncang (Aleurites Moluccana), Kapundung (Baccaurea Racemosa), Picung (Pangium Edule), Ki Teja (Cinnamomum Inners), Kadoya (Dysoxylum), (Pterospermum  Javanicum Jungh), Jambe (Areca Catechu), Ki Hujan (Samanea Saman), Salam (Syzygium Polyanthum), dan lainnya menyegarkan pemandangan.

Sejak beberapa tahun lalu, Lambosir sering dijadikan sebagai lokasi penanaman, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta. Tidak heran, jika saat ini Lambosir semakin cantik, eksotis, bahkan banyak yang ingin bermalam disana.

Silakan jika Sahabat Kartini ingin bermalam disana, karena sudah tersedia fasilitas gazebo dan fasilitas umum lainnya seperti, mushola dan sarana air bersih. Bagi yang ingin menggelar tenda pun sepertinya asyik, hampir sama keasyikannya saat ngecamp di Puncak Ciremai. (kh)

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…