KARTINI – Aliran sungai di wilayah Cigugur saat ini terganggu kebersihannya, karena sudah tercemari oleh sampah yang dibiarkan menumpuk ditambah dengan limbah lainnya, seperti kotoran ternak yang dibuang sembarangan ke sungai di sekitar Cigugur.

Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah ternyata memang masih sangat rendah, dan kebiasaan membuang sampah di sungai tersebut telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Kondisi itu diperparah dengan sikap Pemkab Kuningan yang tidak tegas dalam mengeksekusi sampah yang dikhawatirkan akan menjadi bom waktu bencana dan merugikan masyarakat.

“Kita harus segera bertindak dan ikut membantu dalam membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di aliran sungai ini. Kalau tidak segera dibersihkan, khawatir pada musim hujan akan terjadi bencana akibat dari tersumbatnya aliran sungai,” ujar Lesmana, saat membersihkan sungai Cipager, Dusun Sukamanah Desa Cisantana Cigugur, pada Rabu (22/1).

Ia bersama penggagas lainnya, Andre Wijaya dibantu warga bahu membahu membersihkan Cipager dari tumpukan sampah yang baunya sangat menyengat dan berbahaya bagi alam. Kalau tidak segera dieksekusi, dikhawatirkan tanggul yang ada di atas jembatan Cipager akan jebol dan terjadilah bencana banjir.

Tidak sekedar di Cipager, di beberapa titik kali dan sungai lainnya di Cigugur banyak yang kondisinnya seperti itu. Tersumbat karena sampah yang dibiarkan dibuang di kali, menumpuk dan akhirnya ‘bisa jadi’ menjebol tanggul.

“Itu baru satu kecamatan, dan pasti di daerah lainnya ada yang seperti ini, banyak kali yang dijadikan tempat pembuangan sampah (akhir-red). Pemerintah juga seharusnya segera respon untuk memikirkan solusinya supaya sampah yang terus menumpuk di TPA kabupaten tidak menjadikan musibah,” tambah Andre.(kh)

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…